Jumat, 26 Oktober 2018

HIJRAH TREN MASA KINI


ilustrasi berhijrah 

            Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mendefinisikan hijrah sebagai perpindahan Nabi Muhammad Bersama pengikutnya, kala itu dari kota Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy Makkah. Adapun definisi lain yang mengungkapkan bahwa hijrah yaitu berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu.
            Seiring berkembangnya zaman, para generasi-generasi baru sekarang atau yang sering disebut generasi milenial memaknai bahwa kata “Hijrah” lebih condong terhadap perubahan sikap, gaya hidup dan tata cara berpakaian yang sesuai syariat Islam. Apabila kita cermati Bersama, interpretasi ‘hijrah’  yang saat ini sebenarnya masih memiliki kaitan dengan apa yang didefinisikan oleh KBBI yaitu berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya yang lebih baik. ‘hijrah’ dalam prespektif yang baru dimaknai lebih ke perseorangan, yaitu perpundahan dari diri dengan segala masa lalu buruknya ke diri yang baru dan fitrah.
            Istilah ini muncul ketika banyaknya para selebgram yang mendadak merubah pola hidupnya menjadi islami. Selain merubah gaya hidup mereka, sekaligus juga berdakwah melalui media social. Dimana setiap ia melakukan hal yang sekiranya benar dan baik maka hal tersebut dapat menjadi motivasi para kaum muda, dari situ muncul istilah-istilah baru dalam konteks hijrah tersebut yaitu Jomblo Fi sabilillah, nikah muda dan lain sebagainya. Upaya para selebgram dalam berdakwah dalam konteks ‘hijrah’ tidak hanya semata dari mereka, melainkan turut menggandeng para ustadz-ustadz milenial zaman sekarang, misalnya Ustadz Abdul Somad dengan metode beliau membakar semangat para kaum muda, Ustadz Felix Siauw berdakwah dengan memberikan solusi terhadap hidup kita, Ustadz Hanan Attaki cara berdakwah yang paling sering dicari oleh para kaum muda yaitu memberikan wejangan mengenai jodoh secara islami, Ustadz Adi Hidayat pengetahuannya mengenai Tafsir Al Quran dan beberapa nasab para nabi, dan lain sebagainya.

DAKWAH ISLAMI
            Banyak dari para selebgram yang memanfaatkan media sosial sebagai alternatif dalam berdakwah, tak banyak dari mereka yang berperan langsung dalam metode dakwah ini. Contoh saja, media ini dapat dimaksimalkan oleh para penjual online islami dalam berbisnis dan menjadikan para selebgram tersebut untuk menjadi endorse pada produk mereka. Jadi, secara tidak langsung selebgram tersebut berperan langsung dalam berdakwah, yakni mengajak para kaum muda zaman sekarang untuk lebih bergaya hidup islami. Tak hanya dari pola hidup, melainkan dari cara berpakaian, cara bergaul dan lain sebagainya. Baru-baru ini pemuda asal Jogja menyelengarakan acara yang bertajuk islami yakni, Muslim United atau dalam bahasa Indonesia nya persatuan umat muslim. Acara yang bertempat di masjid Gede Kauman dan diadakan oleh Forum Ukhuwwah Islamiyyah (FUI) Bersama Concreate. Menghadirkan para ustadz dan tokoh-tokoh islam yang akan memberikan dakwah atau ceramah pada setiap harinya. Dari acara tersebut para pemuda dapat mendatangkan Ustadz dan tokoh-tokoh nasional yang hadir adalah Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Oemar Mita, Ustadz Abdul Somad, Ustadz Felix Siauw, Syekh Ali Jaber, Ustadz Steven Indra Habib Anies Syahab, Ustadz Fathurrahman Kamal, Ustadz Handy Bonny, Ustadz Salim Fillah, dan masih banyak artis hijrah lainnnya. Dalam acara tersebut kita dapat berasumsi bahwasanya dengan adanya kemauan dan niat yang kuat dapat mempersatukan umat Islam di seluruh penjuru negeri ini.
ISLAM KAFFAH
            Seperti yang sudah dipaparkan tadi, bahwasanya jika berkaca pada kejadian yang terjadi pada zaman Rasulullah hijrah merupakan perpindahan tempat dari tempat yang kurang baik ke tempat yang baik dan aman. Seperti halnya pada zaman sekarang, jika dimisalkan pada zaman Rasulullah berarti nanti seseorang yang sudah hijrah dan menjadi baik akan kembali lagi pada posisi pada saat dia kurang baik atau buruk. Secara kacamata Islami, hal ini merupakan hal yang sangat tidak terpuji. Mengingat, tujuan berhijrah adalah mengubah pola hidup kita menjadi lebih baik dalam pandangan syariat Islam, seperti hal tersebut bisa dikatakan seseorang tadi hanya ingin dilihat dan hanya ingin diperhatikan oleh orang lain. Padahal tindakan tersebut sangat tidak diperbolehkan oleh Islam. Sebelum memilih jalan untuk berhijrah, alangkah baiknya kita melihat diri kita masing-masing, apakah sudah pantas untuk menjadi Muslim yang baik dengan syariat Islam yang ada atau belum. Dari sini umat Muslim dituntut untuk menjadi seseorang Muslim yang Kaffah. Kaffah dalam bahasa Arab berarti menyeluruh yang meliputi seluruh elemen tubuh kita, dari jiwa hingga rohani setiap manusia. Seseorang bisa dikatakan Islam secara kaffah, apabila seseorang tersebut mengamalkan suatu pahaman. Yaitu, hiduplah di dunia ini seakan-akan kamu hidup di dunia ini abadi, dan kerjakanlah untuk akhiratmu layaknya kamu meninggal besok.
Dengan adanya tren baru ini, kita bukan hanya harus menyesuaikan gaya pola hidup yang ada, melainkan kita harus dapat berperan langsung dalam hijrah tersebut. Hijrah yang baik dan benar bagi para pemuda dan pemudi sekarang adalah seusai kita berhijrah dan menjadi lebih baik  yang sulit itu bukan lah proses hijrahnya, tetapi mempertahankan hasil dari hijrah tersebut. Istiqomah lah yang dapat menilai keimanan setiap individu masing-masing,apabila keimanan seseorang sudah kuat dan tidak goyah, maka bisa dikatakan hijrah tersebut berhasil dan memberikan hasil pada pola hidup. Apabila keimanan goyah maka kata ‘istiqomah’ sudah tidak ada maknanya lagi dan hijrah tersebut kurang berhasil, maka harus mengulangi kembali hijrah tersebut agar menjadi kepribadian yang lebih baik dalam pandangan syariat Islam.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar