![]() |
| ilustrasi berhijrah |
Dalam KBBI (Kamus Besar
Bahasa Indonesia) mendefinisikan hijrah sebagai perpindahan Nabi Muhammad
Bersama pengikutnya, kala itu dari kota Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan
diri dari tekanan kaum kafir Quraisy Makkah. Adapun definisi lain yang
mengungkapkan bahwa hijrah yaitu berpindah atau menyingkir untuk sementara
waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu.
Seiring berkembangnya
zaman, para generasi-generasi baru sekarang atau yang sering disebut generasi
milenial memaknai bahwa kata “Hijrah” lebih condong terhadap perubahan sikap,
gaya hidup dan tata cara berpakaian yang sesuai syariat Islam. Apabila kita
cermati Bersama, interpretasi ‘hijrah’
yang saat ini sebenarnya masih memiliki kaitan dengan apa yang
didefinisikan oleh KBBI yaitu berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya
yang lebih baik. ‘hijrah’ dalam prespektif yang baru dimaknai lebih ke
perseorangan, yaitu perpundahan dari diri dengan segala masa lalu buruknya ke
diri yang baru dan fitrah.
Istilah ini muncul
ketika banyaknya para selebgram yang mendadak merubah pola hidupnya menjadi
islami. Selain merubah gaya hidup mereka, sekaligus juga berdakwah melalui
media social. Dimana setiap ia melakukan hal yang sekiranya benar dan baik maka
hal tersebut dapat menjadi motivasi para kaum muda, dari situ
muncul istilah-istilah baru dalam konteks hijrah tersebut yaitu Jomblo Fi
sabilillah, nikah muda dan lain sebagainya. Upaya para selebgram dalam
berdakwah dalam konteks ‘hijrah’ tidak hanya semata dari mereka, melainkan
turut menggandeng para ustadz-ustadz milenial zaman sekarang, misalnya Ustadz
Abdul Somad dengan metode beliau membakar semangat para kaum muda, Ustadz Felix
Siauw berdakwah dengan memberikan solusi terhadap hidup kita, Ustadz Hanan
Attaki cara berdakwah yang paling sering dicari oleh para kaum muda yaitu
memberikan wejangan mengenai jodoh secara islami, Ustadz Adi Hidayat
pengetahuannya mengenai Tafsir Al Quran dan beberapa nasab para nabi, dan lain
sebagainya.
DAKWAH ISLAMI
Banyak dari para
selebgram yang memanfaatkan media sosial sebagai alternatif dalam
berdakwah, tak banyak dari mereka yang berperan langsung dalam metode
dakwah ini. Contoh saja, media ini dapat dimaksimalkan oleh para penjual online
islami dalam berbisnis dan menjadikan para selebgram tersebut untuk menjadi
endorse pada produk mereka. Jadi, secara tidak langsung selebgram tersebut
berperan langsung dalam berdakwah, yakni mengajak para kaum muda zaman
sekarang untuk lebih bergaya hidup islami. Tak hanya dari pola hidup, melainkan
dari cara berpakaian, cara bergaul dan lain sebagainya. Baru-baru ini pemuda
asal Jogja menyelengarakan acara yang bertajuk islami yakni, Muslim United atau
dalam bahasa Indonesia nya persatuan umat muslim. Acara yang
bertempat di masjid Gede Kauman dan diadakan oleh Forum Ukhuwwah Islamiyyah
(FUI) Bersama Concreate. Menghadirkan para ustadz dan tokoh-tokoh islam yang
akan memberikan dakwah atau ceramah pada setiap harinya. Dari acara tersebut
para pemuda dapat mendatangkan Ustadz dan tokoh-tokoh nasional yang hadir
adalah Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Oemar Mita, Ustadz
Abdul Somad, Ustadz Felix Siauw, Syekh Ali Jaber, Ustadz Steven Indra Habib
Anies Syahab, Ustadz Fathurrahman Kamal, Ustadz Handy Bonny, Ustadz Salim
Fillah, dan masih banyak artis hijrah lainnnya. Dalam acara tersebut kita dapat
berasumsi bahwasanya dengan adanya kemauan dan niat yang kuat dapat
mempersatukan umat Islam di seluruh penjuru negeri ini.
ISLAM KAFFAH
Seperti
yang sudah dipaparkan tadi, bahwasanya jika berkaca pada kejadian yang terjadi
pada zaman Rasulullah hijrah merupakan perpindahan tempat dari tempat yang
kurang baik ke tempat yang baik dan aman. Seperti halnya pada zaman sekarang,
jika dimisalkan pada zaman Rasulullah berarti nanti seseorang yang sudah hijrah
dan menjadi baik akan kembali lagi pada posisi pada saat dia kurang baik atau
buruk. Secara kacamata Islami, hal ini merupakan hal yang sangat tidak terpuji.
Mengingat, tujuan berhijrah adalah mengubah pola hidup kita menjadi lebih baik
dalam pandangan syariat Islam, seperti hal tersebut bisa dikatakan seseorang
tadi hanya ingin dilihat dan hanya ingin diperhatikan oleh orang lain. Padahal
tindakan tersebut sangat tidak diperbolehkan oleh Islam. Sebelum memilih jalan
untuk berhijrah, alangkah baiknya kita melihat diri kita masing-masing, apakah
sudah pantas untuk menjadi Muslim yang baik dengan syariat Islam yang ada atau
belum. Dari sini umat Muslim dituntut untuk menjadi seseorang Muslim yang
Kaffah. Kaffah dalam bahasa Arab berarti menyeluruh yang meliputi seluruh elemen
tubuh kita, dari jiwa hingga rohani setiap manusia. Seseorang bisa dikatakan
Islam secara kaffah, apabila seseorang tersebut mengamalkan suatu pahaman.
Yaitu, hiduplah di dunia ini seakan-akan kamu hidup di dunia ini abadi, dan
kerjakanlah untuk akhiratmu layaknya kamu meninggal besok.
Dengan adanya tren baru ini, kita
bukan hanya harus menyesuaikan gaya pola hidup yang ada, melainkan kita harus
dapat berperan langsung dalam hijrah tersebut. Hijrah yang baik dan benar bagi
para pemuda dan pemudi sekarang adalah seusai kita berhijrah dan menjadi lebih
baik yang sulit itu bukan lah proses
hijrahnya, tetapi mempertahankan hasil dari hijrah tersebut. Istiqomah lah yang
dapat menilai keimanan setiap individu masing-masing,apabila keimanan seseorang
sudah kuat dan tidak goyah, maka bisa dikatakan hijrah tersebut berhasil dan
memberikan hasil pada pola hidup. Apabila keimanan goyah maka kata ‘istiqomah’
sudah tidak ada maknanya lagi dan hijrah tersebut kurang berhasil, maka harus
mengulangi kembali hijrah tersebut agar menjadi kepribadian yang lebih baik
dalam pandangan syariat Islam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar